Ada suatu cerita dimana seorang manusia yang telah terjun didunia ini dengan mengikuti apa yang menjadi aturan dunia saat ini. Kemudian dia merenung dan merenung ketika melihat alam yang begitu tertib dan tunduk pada suatu perintah yang pasti.
Matahari dia lihat akan dan terus terbit dari timur dan terbenam di barat.
Burung yang tetap mengepakkan sayapnya di langit dan tidak berusaha untuk terbang di air
ikan yang tetap berenang di air dan tidak sekalipun merasa untuk berjalan di darat
Bulan dengan anggunnya dilangit tetap menunjukkan siklusnya yang tetap tidak berusaha untuk mengingkari fitrahnya.
Pohon tetap berdiri tegak ditempatnya dan tak ada keinginan untuk dia sendiri berpindak walaupun hanya satu mili tanpa bantuan manusia.
Tetapi mengapa manusia yang nota bene juga hasil ciptaan Sang Penguasa Alam, Alloh SWT, begitu angkuh untuk merubah konsep yang telah diturunkan-Nya berupa aturan yang pasti, Al-Qur'an, dan sebenarnya untuk kebaikan diri manusia itu sendiri, berusaha untuk merubah konsep tersebut dan bahkan membuat konsep tersendiri dengan dalih untuk kebaikan umat manusia.
Mengapa hal sekecil itu menjadi hal yang menyusahkan manusia?
Contoh :
Ketika diperintahkan untuk menjaga kemaluannya dengan jalan menikah, banyak yang merasa itu mengungkung kebebasan untuk memilih.
Ketika diperintah untuk tidak mencuri dengan dalih untuk hidup dan kebaikan diri mereka menghalalkannya
Ketika diperintah untuk tidak merusak alam mereka bahkan berusaha untuk mengeksploitasi alam dengan dalih kebutuhan hidup semakin sulit.
dan dalih-dalih yang lain yang seyogyanya ditelaah dan dicermati untung ruginya untuk kehidupan mereka kedepan.
Aaahhh.... manusia memang kebanyakan merupakan makhluk yang menjadi bahan bakar neraka. (Surat Al-A'raaf:179)